Heins Terima Pesangon 250 Miliar Setelah diberhentikan Sebagai CEO BlackBerry

Thorsten Heins, resmi diganti sebagai CEO BlackBerry oleh Dewan direksi BlackBerry baru-baru ini. Sebagai gantinya adalah CEO sementara John Chen. Tapi meski Heins di minta mundur, Heins mendapatkan pesangon yang lumayan besar, yaitu sekitar USD 22 juta atau kalau dirupiahkan sekitar Rp. 250 miliar.

Sebenarnya berdasar kontrak kerja, yang ditandatangani April 2013, Thorsten Heins akan mendapatkan pesangon sebesar 56 juta dollar AS, tapi itu jika BlackBerry jadi dijual sesuai rencana sebelumnya. Tapi kenyataannya sekarang sudah berubah. Setelah mendapat suntikan dana USD 1 miliar, Perusahaan BlackBerry batal untuk dijual. Dengan kejadian ini, berdasar kontrak kerja juga, Heins yang berasal dari negara Jerman mendapatkan pesangon yang lebih kecil yaitu sebesar 22 juta dollar atau sekitar 250 miliar.

Namun selain dana pesangon tersebut, Menurut laporan AllThingsD, Heins ternyata juga masih mendapatkan gaji pokoknya sebesar USD3 juta untuk selama 24 bulan, dan masih ditambah tunjangan-tunjangan lainnya. Heins sebenarnya secara matematis justru diuntungkan dengan kondisi ini. Selain gaji dan tunjangan, Heins ternyata juga masih akan mendaatkan penghargaan ekuitas dan insentif yang besarnya belum bisa diungkapkan secara pasti oleh perusahaan BlackBerry. Perjanjian telah dibuat ketika harga saham BlackBerry berada di tingkat 14,45 dollar AS per lembar saham pada 28 Maret 2013.

Thorsten Heins

Thorsten Heins

Torsten Heins mengawali karir di perusahaan BlackBerry pada tahun 1998, dimana saat itu  nama perusahaan masih bernama Research In Motion (RIM). Heins duduk sebagai Chief Operating Officer yang kemudian menjabat sebagai CEO BlackBerry, menggantikan duo CEO sebelumnya, Jim Balsillie  dan Mike Lazaridis, pada bulan Januari 2012. Dia pula yang bertanggung jawab atas peluncuran gadget terbaru BlackBerry 10.

Saat ini, BlackBerry telah mempercayakan posisi CEO kepada Chen. Chen berkebangsaan Hong Kong yang bermigrasi ke negara Amerika Serikat tersebut menduduki posisi sebagai CEO sementara di perusahaan BlackBerry. Selain daripada itu, bersama petinggi lainnya, Chen juga akan duduk dalam executive chairman BlackBerry

Chen yang berusia 58 tahun ini bertekat akan membangun kembali bisnis BlackBerry, termasuk unit bisnis smartphone yang mengalami penurunan penjualan karena banyaknya kompetitor. Pada akhirnya BlackBerry yang berasal dari Kanada ini memutuskan untuk terus kembali memproduksi smartphone. Chen mengatakan bahwa ia tidak akan menyerah berjuang untuk perusahaan BlackBerry di pasar smartphone.

Google Helpouts, layanan baru dari Google

Leave a Comments

error: Content is protected !!